Moler

4 Tips Ampuh Mengendalikan Moler Pada Bawang Merah!

Budidaya bawang merah menjadi salah satu peluang usaha pertanian yang menjanjikan. Saat ini, area penanaman bawang merah sudah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Namun, OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) masih menjadi faktor pembatas dalam budidaya bawang merah. Masalah yang sering dihadapi petani bawang merah adalah penyakit layu fusarium atau moler yang dapat menurunkan produksi hasil panen hingga 70%.
Moler

Penyakit layu fusarium atau yang biasa dikenal moler adalah penyakit yang paling dikhawatirkan oleh petani bawang karena dapat mengancam pertumbuhan bawang merah. Layu fusarium atau moler biasanya menyerang bawang merah sejak tanaman berumur 35-45 hari setelah tanam (HST). Jika kualitas benih yang digunakan bukan varietas tahan, penyakit ini bisa menyerang tanaman lebih awal.

Faktor lain yang menyebabkan bawang merah terserang moler selain dari kualitas benih yang digunakan adalah curah hujan yang tinggi, sehingga membuat suhu udara sekitar tanaman menjadi lembap, jarak tanam yang terlalu rapat, dan tumbuhnya gulma disekeliling bawang merah.

Gejala yang ditumbulkan apabila bawang merah terserang layu fusarium atau moler adalah warna daunnya secara mendadak berubah menjadi kuning, tanaman cepat layu, bentuk daun terpelintir atau melengkung (moler), umbi membusuk dan terdapat kumpulan jamur berwarna putih serta tanaman mudah tercabut karena pertumbuhan akar terganggu dan busuk. Pertanaman yang terserang juga akan mengalami pengurangan hasil yang signifikan.

Berikut ini adalah 4 tips ampuh untuk mengendalikan layu fusarium atau moler yang menyerang bawang merah :

1. Menggunakan bibit yang sehat/ varietas tahan (bebas dari fusarium).

2. Melakukan rotasi tanaman dengan tanaman selain jenis inang (bawang merah). Cara ini dilakukan dengan tujuan memutus siklus kehidupan dari jamur fusarium dan menghambat terjadinya serangan penyakit layu fusarium atau moler.

3. Menjaga kebersihan lahan dari gulma agar tanaman tidak terlalu lembap, terutama saat curah hujan tinggi.

4. Menggunakan fungisida berbahan aktif Propikonazol & Prokhloraz yang terbukti ampuh mengendalikan layu fusarium atau moler pada bawang merah. Kedua bahan aktif tersebut terdapat di fungisida Remazole-P 490 EC yang bisa ditemukan di kios/ toko obat pertanian di Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi & Nusa Tenggara Barat.